Kamis, 04 Maret 2010

MESIN DAN PERALATAN



Mesin dan peralatan mesin merupakan sebagian dari sejarah peradaban manusia dalam usaha peningkatan produktivitas buruh dan memperbanyak produk baik variasi/ragamnya maupun jumlah untuk memenuhi kebutuhan manusia. Jadi adanya mesin-mesin sangat membantu manusia dalam melakukan proses pengerjaan / produksi suatu barang, sehingga barang-barang dapat dihasilkan dalam waktu yag lebih pendek, jumlah yang lebih banyak dan kualitas yang lebih baik.
Yang dimaksudkan dengan mesin adalah suatu peralatan yang digerakkan oleh suatu kekuatan/tenaga yang dipergunakan untuk membantu manusia dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk tertentu. Dalam peralatan ini di samping mesin juga dikenal “tools” yaitu setiap instrumen atau perkakas yang kecil sekali yang dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mengerjakan produk atau bagian-bagian produk. Sebagai contoh dari tools ini adalah gergaji, kikir, martil/palu, obeng dan sebagainya yang sering terdapat pada hampir setiap rumah tangga, dan perusahaan pabrik. Tools sebenarnya juga merupakan instrumen atau perkakas dari suatu mesin. Mengenai tools ada yang disebut dengan “machine tool” yaitu suatu mesin seperti suatu mesin pelubang /bor (drill press) yang dijalankan oleh suatu kekuatan /tenaga. Machine tools ini bisa otomatis sebagian atau seluruhnya. Contoh yang lain adalah mesin bubut (lathe) atau mesin potong. Di samping tools ada lagi yang disebut “jigs” yaitu suatu perlengkapan /peralatan yang digunakan untuk memungkinkan machine tools dapat bekerja; misalnya suatu peralatan yang digunakan untuk memegang barang ( bahan atau Parts) yang hendak atau sedang dikerjakan. Sebagai contoh dari jigs adalah “drill jig” yaitu peralatan yang digunakan untuk menentukan tempat di mana barang ( bahan atau parts ) yang dipegang akan dilubangi . ada lagi peralatan yang disebut “fixtures” yang hampir sama dengan jigs yaitu suatu peralatan/perlengkapan yang mempunyai suatu bagian sehingga suatu pekerjaan dapat dilakukan.
Walaupun sebenarnya jenis-jenis mesin yang ada banyak sekali variasinya, tetapi pada prinsipnya mesin-mesin ini dapat dibedakan atas dua macam yaitu mesin-mesin yang bersifat umum/serba guna (general purpose machine) dan mesin-mesin yang khusus (special purpose machine)

1.2. JENIS-JENIS MESIN YANG ADA

Seperti telah diuraikan terlebih dahulu bahwa mesin-mesin yang ada dibedakan atas dua jenis yaitu :
1. Mesin-mesin yang bersifat umum/serba guna (general purpose machines)
2. Mesin-mesin yang bersifat khusus (special purpose machines)
Mesin yang serba guna (general purpose machines) merupakan suatu mesin yang dibuat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu untuk berbagai jenis barang/produk atau bagian dari produk (parts). Contoh dari mesin ini adalah mesin gergaji pada perusahaan pemotong kayu adalah merupakan mesin yang serba guna karena dapat digunakan untuk menggergaji pelbagi jenis/macam hasil-hasil kayu. Contoh yang lain adalah mesin bor/gurdi (drill press) pada pabrik atau bengkel-bengkel yang mengerjakan besi-besi baja adalah merupakian mesin yang serba guna karena dapat digunakan untuk mengebor atau menggurdi bermacam-macam bentuk lubang pada pelbagai jenis/macam-macam hasil besi atau bagian produk (parts). Mesin-mesin seperti ini biasanya dipergunakan oleh perusahaan-perusahaan yang memprodusir sejumlah jenis barang (produk) yang jumlah (volume)nya kecil, dan bengkel-bengkel untuk merepasi dan pemeliharaan (maintenance).
Mesin-mesin yang bertujuan /bersifat khusus (special purpose machines) adalah mesin-mesin yang direncanakan dan dibuat untuk mengerjakan satu atau beberapa jenis kegiatan yang sama. Contoh dari mesin ini adalah mesin pembuat gula pasir, mesin untuk semen atau mesin pembuat ban, yang merupakan mesin yang bertujuan khusus untuk melakukan satu macam pekerjaan atau membuat satu macam hasil/produk. Mesin-mesin seperti ini biasanya ditemui pada perusahaan-perusahaan yang mengadakan produksi massa.
Didalam praktek kadang-kadang kita temui perusahaan-perusahaan yang kombinasi kedua jenis mesin ini ( general purpose machine dan special purpose machine). Hal ini terjadi karena perusahaan-perusahaan tersebut yang menghasilkan suatu macam produk yang jumlahnya terlalu besar dan tidak ekonomis apabila diprodusir dengan mesin serba guna (general purpose machine), dan sebaliknya terlalu kecil apabila perusahaan membeli dan mempergunakan mesin yang bertujuan khusus (special purpose machine). Untuk mengatasi persoalan ini maka perusahaan tersebut mengadakan penyesuaian dengan menambahkan bagian-bagian atau mesin-mesin yng telah distandardsir atau dengan membuat dan memasang peralatan-peralatan khusus, perkakas-perkakas tertentu dan alat-alat mekanis.

1.3. PENENTUAN JENIS MESIN PADA SUATU PERUSAHAAN PABRIK

Untuk dapat menentukan jenis pada suatu perusahaan pabrik, maka perlu dilihat atau diketahui sifat-sifat dari mesin-mesin yang dipergunakan di perusahaan pabrik tersebut. Setelah itu kita perlu mengetahui sifat-sifat atau ciri-ciri dari mesin-mesin serba guna/bersifat umum dan mesin-mesin yang bertujuan/bersifat khusus. Adapun sifat-sifat atau ciri-ciri dari mesin yang serba guna (general purpose machine) ialah :
1. Mesin-mesin seperti ini biasanya dibuat dengan bentuk standar dan selalu atas dasar untuk pasar (ready stock) dan bukan atas dasar pesanan. Oleh karena mesin-mesin ini mempunyai bentuk strandar, dan diprodusir dalam jumlah/volume yang besar (dalam bentuk stock), maka mesin-mesin ini biasanya harganya relatif lebih murah daripada mesin yang bertujuan khusus (special purpose machine), sehingga investasi dalam mesin ini biasanya lebih murah.
2. Mesin-mesin serba guna ini sangat fleksibel penggunaannya, karena dengan beberapa macam operasi mesin ini dapat menghasilkan beberapa macam produk (dalam suatu variasi yang hampir sama), misalnya mesin bor dapat digunakan untuk mengebor kayu yang tipis atau tebal, cukup dengan mengganti giginya saja
3. Oleh karena mesin ini bersifat umum atau serba guna, maka untuk membuat variasi atau fleksibilitas operasi, dibutuhkan adanya pekerja-pekerja yang terdidik dan berpengalaman atau mempunyai keahlian (skill) yang tinggi dalam melayani mesin-mesin tersebut. Di samping itu, karena mesin-mesin ini biasanya tidak otomatis maka dibutuhkan pula adanya keahlian dari orang-orang yang mengecek hasil pekerjaan/operasi.
4. Dengan adanya kemungkinan untuk menghasilkan beberapa jenis barang/produk sekaligus, maka diperlukan kegiatan pemeriksaan atau inspeksi atas apa yang dikerjakan pada mesin serba guna ini.
5. Oleh karena mesin-mesin serba guna ini biasanya tidak otomatis, untuk menjalankan mesin-mesin tersebut dibutuhkan banyak tenaga kerja terutama tenaga-tenaga ahli, maka operasi produk yang menggunakan mesin ini membutuhkan biaya yang lebih mahal.
6. Biaya pemeliharaan mesin-mesin serba guna ini lebih murah dan kegiatan pemeliharaannya lebih murah, demikian juga penggantian (replacement) mesin lebih mudah dilakukan karena bentuk mesin-mesin ini standar.
7. Oleh karena penggunaan msin ini serba guna ( bersifat umum) maka mesin-mesin seperti ini tidak mudah ketinggalan zaman atau menjadi kuno (tua) seperti mesin-mesin bersifat khusus (SPM). Sedangkan sifat-sifat atau ciri-ciri mesin-mesin yang bertujuan bersifat khusus (special purpose machines) ialah :
a Mesin-mesin ini seperti biasanya dibuat atas dasar pesanan dan dalam jumlah atau volume yang kecil (sedikit). Oleh karena itu maka harga mesin-mesin ini biasanya relatif lebih mahal dari pada mesin-mesin serba guna (general purpose machines), sehingga investasi dalam mesin ini menjadi lebih mahal
b Mesin-mesin bersifat khusus ini biasanya agak otomatis, sehingga pekerjaan nya lebih cepat, dan oleh karena itu dipergunakan dalam pabrik yang menghasilkan produknya dalam jumlah yang besar (produksi massa).
c Oleh karena mesin-mesin ini agak otomatis, maka biasanya terdapat pekerjaan (job) yang lebih uniform dan jumlahnya lebih sedikit, sehingga dibutuhkan tenaga kerja yang lebih sedikit.
d Biaya pemeliharaan dari mesin-mesin ini adalah lebih mahal dari mesin-mesin serba guna (GPM), karena untuk kegiatan pemeliharaan mesin-mesin ini dibutuhkan tenaga-tenaga ahli khusus.
e Oleh karena mesin-mesin ini dipergunaka untuk produksi massa, maka biaya produksi/opersi per unit relatif lebih rendah.
f Mesin-mesin seperti ini tidak dapat dipergunakan untuk menghadapi perubahan dari produk yang diminta oleh konsumen atau pelanggan. Di Samping itu mesin-mesin ini sukar menghadapi perubahan tingkat permintaan, karena biasanya tingkat produksi (rate of production)nya telah terentu.
g Oleh karena penggunaan mesin ini untuk bertujuan khusu/tertentu maka mesin-mesin seperti ini cepat ketinggalan zaman atau menjadi kuno (tua).

1.4. AUTOMATION

Walaupun automation merupaka perkataan/istilah yang baru, tetapi prinsip-prinsip automation ini telah lama dipraktekkan seperti pada pabrik tenun atau pabrik terigu/gandum. Dengan memakai kekuatan tenaga air, pabrik Evans bekerja secara terus menerus dengan mengalirnya gandum ke seluruh pabrik melalui ban-ban berjalan dan akhirnya keluarlah terigu yang sudah siap untuk dipakai atau dimasak
Bila kita berbicara tentang automation, maka banyak orang akan berfikir tentang pemindahan secara mekanis bahan-bahan atau barang-barang dari suatu mesin ke mesin yang lain. Walaupun ini merupakan sebagian dari automation, tetapi prinsip ini belumlah lengkap, karena ini baru merupakan mekanisasi dalam pemindahan yang menggunakan transfer machines.Transfer machine (mechanization) adalah pemindahan yang lebih otomatis dari bahan-bahan atau parts yang sedang dikerjakan dari suatu tingkat proses (operasi) ke tingkat proses (operasi) yang lain atau dari mesin yang satu ke mesin yang lain.
Automation adalah perkataan yang berasal dari Delmarv S. Harder dari Ford Motor Company untuk menyatakan suatu perpindahan yang otomatis dan terarah sifatnya dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain berikutnya. Adapun inti dari konsep automation adalah adanya prinsip umpan balik (feed-back). Yaitu kemampuan dari suatu mesin untuk merasa, mengetahui dan membutuhkan kekeliruan-kekeliruan dan kesalahan-kesalahan pada waktu hal itu terjadi. Prinsip inilah yang membedakan antara mechanization dengan automation. Jadi dari keterangan di atas dapatlah diketahui bahwa automation sebenarnya menggambarkan pemindahan bahan dalam proses atau parts dari suatu mesin ke mesin lain berikutnya secara otomatis yang bersifat selektif di mana ada sistem feed-back. Misalnya : Mesin B yang sebenarnya dapat meneruskan bahan dalam proses atau parts ke mesin C yang berikutnya, akan tetapi apabila terdapat kesalahan maka secara otomatis bahan dalam proses atau parts tersebut disisihkan atau diapkir dan tidak diteruskan ke mesin C. Prinsip/sistem feed-back dalam automation seperti telah dikatakan membuat mesin tersebut dapat merasakan, menemukan dan mengoreksi kesalahan-kesalahan yang timbul pada waku barang-barang diproses atau dibuat pada mesin itu. Alat feed-back ini dipasang pada mesin-mesin yang mekanis sehingga mesin tersebut mengetahui adanya kesalahan dan apa kesalahan yang ada tersebut.
Contoh automation banyak terdapat pada perusahaan-perusahaan / industri-industri besar seperti terdapat pada perusahan yang paling terkenal yaitu Ford Motor Company’s Clevoland Engine’s Plant. Disini mesin-mesin mobil dipasang, diputar, dibor, dan diderek, dipindah-pindahkan, diperiksa dan sebagainya, semuanya dilakukan secara otomatis.

Kesalahpahaman yang timbul mengenai penggunaan automation
Terdapat banyak pengertian yang salah mengenai automation ini dalam masyarakat, antara lain adalah :
1. Adanya keluhan para usahawan (businessmen) bahwa automation membutuhkan investasi yang cukup besar sehingga biaya produksi menjadi sangat mahal. Dilihat dari harga mesin-mesin ini secara relatif memang benar, akan tetapi dengan mesin-mesin yang otomatis tersebut dapat dihasilkan produk dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biaya per unit dalam jangka panjang adalah lebih murah/rendah. Dengan biaya per unit lebih rendah, maka ini berarti menempatkan perusahaan pada suatu tingkat persaingan yang lebih baik. Mekanisasi dan automation harus tetap digunakan oleh perusahaan-perusahaan/industri-industri tersebut dapat mempertahankan tingkat persaingan/kompetisi dan tingkat efisiensinya.
2. Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa dengan adanya automation maka akan menimbulkan pengangguran yang hebat karena setiap perbaikan/kemajuan teknologi akan mengurangi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan/industri-industri tertentu, sehingga banyak buruh yang dipecat. Pendapat ini sebenarnya tidak benar, karena penggunaan automation dilakukan di dalam kegiatan-kegiatan dimana para pekerja sendiri tidak mampu mengerjakannya. Jadi dalam hal ini automation digunakan sebagai pengganti manusia dimana manusia tidak sanggup. Di samping itu dengan adanya automation terdapat banyak lapangan pekerjaan baru yang timbul, sehingga ada pertambahan tenaga kerja yang cukup besar akibatnya adanya automation.
3. Adanya keluhan bahwa biaya perawatan (maintenance) dari mesin-mesin yang otomatis sangat mahal, karena untuk kegiatan maintenance di samping dibutuhkan tenaga-tenaga yang ahli dan peralatan yang lengkap, juga harus dilakukan secara teratur yang bersifat preventif. Walaupun secara keseluruhan/total memang benar, tetapi dari pengalaman ternyata dengan jumlah produk yang cukup besar, maka biaya maintenance per unit produksi menjadi lebih murah/rendah.
4. Pendapat yang menyatakan bahwa automation akan menimbulkan ”excess capacity” yang dapat mengakibatkan keadaan depresi. Pendapat ini sebenarnya tidak benar, karena para pengusaha akan memprodusir suatu barang apabila barang tersebut dapat terjual atau akan dibeli oleh konsumen. Oleh karena itu ia tidak akan memprodusir suatu barang dalam jumlah besar apabila tidak dapat terjual. Untuk mengatasi keadaan ini, maka biasanya para pengusaha memprodusir barang-barang hasilnya dengan menggunakan perencanaan yang didasarkan atas ramalan penjualan (sales forecasting).
5. Terdapatnya keluhan yang menyatakan bahwa automation dapat menyebabkan turunnya semangat kerja para pekerja, karena pekerjaan yang dilakukan menjemukan (monotonous). Keluhan ini sebenarnya tidak benar, karena mesin-mesin yang otomatis memberikan lapangan pekerjaan yang baru dan pekerjaan-pekerjaan yang routine sudah digantikan dan dilakukan oleh mesin. Dalam hal ini pekerjaan-pekerjaan yang dihadapi para pekerja/karyawan sebagian besar hanya merupakan pekerjaan-pekerjaan melayani instrument/mesin-mesin. Sehingga automation memberikan kemungkinan bagi karyawan untuk mendapatkan banyak waktu luang (istirahat) untuk menikmati hasil-hasil pekerjaannya.
Kebaikan atau dampak automation bagi masyarakat atau konsumen pada umumnya adalah :
1. Dengan adanya automation, maka kualitas produk menjadi lebih baik, karena unsur-unsur kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan oleh manusia pada waktu memprodusir dan pemeriksaan/inspeksi, sudah tidak terdapat lagi dalam proses produksi.
2. Automation akan mengurangi pemborosan dan menekan biaya-biaya pengulangan atau pekerjaan-pekerjaan yang salah, karena telah dikuranginya pengaruh para pekerja terhadap produk yang dihasilkan.
3. Automation memungkinkan dihasilkannya produk yang hampir uniform dan dalam jumlah yang sangat besar, karena sudah distandardisir.
4. Automation dapat mengurangi biaya produksi per unit yang dihasilkan karena dapat dihasilkan produk dalam jumlah /volume yang sangat besar.
5. Automation mempertinggi efisiensi produk dan memperbesar kapasitas produksi, sehingga tingkat kehidupan masyarakat tersebut dapat dengan senang/mudah menikmati banyaknya barang-barang yang dihasilkan.
6. Automation memberikan waktu luang (istirahat) dan rekreasi para pekerja lebih banyak untuk menikmati hasil-hasil pekerjaannya, sehingga memberikan kepuasan bekerja dan meningkatkan moral serta menambah kebahagiaan para pekerja/karyawan.

Pengaruh Automation terhadap Manajemen
Bagaimanapun juga automation akan menimbulkan masalah-masalah atau kesukaran-kesukaran tertentu bagi manajemen, antara lain adalah:
1. jika manajemen hendak menggunakan mesin-mesin yang otomatis, maka manajemen harus yakin dan dapat memastikan adanya suatu pasar yang cukup luas bagi produk yang dihasilkannya, untuk dapat menampung dan menutupi kembali biaya-biaya yang telah dikeluarkan untuk perencanaan, pembuatan dan pemasangan dari mesin-mesin. Hal ini perlu diperhatikan karena harga atau investasi dari mesin-mesin ini sangat mahal.
2. Automation bersifat tidak fleksibel, sehingga tindakan yang diambil tidak dapat diubah tanpa menderita kerugian yang besar dan adanya kesalahan-kesalahan yang kecil akan menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu setiap usaha yang diambil oleh manajemen untuk membuat suatu pabrik yang otomatis sebaiknya harus didahului dengan mengadakan penyelidikan (research), perencanaan dan analisis yang teliti, hati-hati dan cermat agar tidak terdapat kegagalan.
3. Automation membutuhkan tenaga-tenaga yang mempunyai technical skill maupun managerial skill , karena tanpa adanya kemampuan untuk menjalankannya dapat mengakibatkan kerugian yang besar.
Dari uraian di atas dapatlah kita ketahui bahwa penggunaan automation memerlukan ketelitian, ketepatan dan kecermatan dalam penyelidikan, perencanaan dan analisis, serta tingkat kemampuan manajemen yang jauh lebih tinggi di samping tingkat kemampuan teknis, karena keadaan peralatan dan persoalan-persoalan yang dihadapi lebih rumit serta resiko yang dapat ditimbulkannya lebih besar. Oleh karena hal-hal tersebut, maka dalam penggunaan automation ini perlu diperhatikan oleh perusahaan :
1. Manajer harus dapat yakin bahwa perusahaan pabriknya akan dapat menghasilkan produk dalam jumlah yang besar.
2. Aliran bahan (flow of material) dapat dijamin lancar, dengan dapat tersedianya bahan-bahan yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan baik dalam jumlah maupun kualitasnya.
3. Adanya persediaan bahan-bahan dalam proses yang jauh lebih rendah dari continuous manifacturing.
4. Dapat dilakukannya kegiatan preventive maintenence, karena mesin-mesin yang otomatis dan mekanisasinya tinggi memerlukan perawatan (maintenance) yang preventif. Apabila perusahaan tidak dapat melakukan preventive maintenence , maka jika terjadi kerusakan pada mesin-mesin tersebut akan mengakibatkan kerugian yang besar sekali, yang disebabkan :
a. Besarnya kapasitas produksi dari mesin-mesin ini yang hilang
b. Besarnya biaya tenaga kerja yang harus ditanggung akibat banyaknya tenaga kerja yang menganggur, sehingga besarnya kapasitas tenaga kerja yang hilang.
c. Biaya perbaikan yang sangat mahal apabila mesin-mesin seperti ini mengalami kerusakan yang terlalu berat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar